Sunday, 12 November 2017

preman milik Tuhan

Kau saling tak tumpah milik Si Tuhan
apa kau gusar kau digelar preman?
sedang gerak-geri pun nampaknya kau canggung mengagak dunia
naif sekali kau dalam pandangan

jika masih kenang peristiwa semalam
kau mampir curi hati yang kelaparan
hati seorang gadis gelandangan dengan sepotong senyuman dan secawan belaian .

Friday, 3 November 2017

pembelajaran

Di sekolah
aku tidak diajar bagaimana mengenal hati
mencari beda tentang suara-suara manusia
yang mana satu jeritnya berkehendakkan cinta

kerna di sekolah
anak-anak masih mentah mengenal jiwa
menghitung bait-bait seksi seorang lelaki
bentuk-bentuk tubuh ngilu si gadis sunti

jauh sekali.

Monday, 9 October 2017

laki-laki bimasakti

Seorang laki-laki berperan mengerah hidup
sebagai tulang belakang perempuan kesayangan
yang merangkul beribu-ribu cerita
membawa berjuta-juta makna
untuk hari esok yang bakal tiba

bukan semua jaka ingin sepertinya 
tak berani aku katakan mereka di luar sana tega berpakaian lusuh
tiap masa menghadap adegan-adegan dunia
perkara sama menyusun bekas-bekas kaca
isi-isi dalam ramuan dan perencah rasa

di sebuah gerai kecil berdinding bata
di tengah-tengah pusaran orang-orang
laki-laki tadi khusyuk mentelaah bilangan makanan dipesan
tangannya seakan robotik yang dipasang selia
matanya berbinar ke arah suara-suara
kakinya seakan tak jejak di bumi nyata

laki-laki bimasakti itu tadi kecil molek orangnya
berkopiah tidak tinggi rendah sahaja
tak terlihat pada riak kecewa
tak nampak pada lelah dek hela
dan..
tak lupa pada Tuhannya.







Monday, 21 August 2017

dihujung malam menuju pagi

Selain pungguk dan bulan yang bercumbu-cumbuan,
Aku juga lihat lelaki dan perempuan yang bersayang-sayangan.

Tuesday, 4 July 2017

calit

Ada masalah dengan langit hari ini
Seperti mengerang menahan pedihnya guntur
Merengek kecil disalah tutur
Merajuk sepi disangka jujur.

Wednesday, 31 May 2017

bukan canda

Mata aku hampir katup
bibir aku usah kata lagi rekah, pecah
sendi-sendi aku yang patah dan salur darah yang lari-belit
kepala aku pusing mengagah dunia ini apa
semuanya ada dua tiga empat 
aslinya cuma satu,

Menyiksa bukan kamu padaku?
aku yang normal jadi persis orang gila
tiada jendela lagi untuk aku keluar
Ke mana pun itu pasti ada kamu
malah aku ke ranjang 
wajah kamu lagi membuntang telanjang

Aku fikir biar aku saja yang diangkat
naik ke langit biar tinggal kamu di bumi
aku serius bukan canda
aku mahu lihat lagi manusia-manusia
yang lainnya yang bahagia bertemu pasangannya
sedang aku terus ketawa

Kamu itu belit
persis jalan-jalan di kota raya mega
hati kamu sulit
sesulit permainan susun kata
bukan canda
serius.




Saturday, 27 May 2017

antara kau dan kata pulang

Bila nanti kau tiada lagi
aku bakal penghuni rumah sunyi
sesunyi hening pagi
sekadar simpati cahaya mentari.

masih ada lagikah puisi-puisimu yang berbunyi nanti?

Nukilan kata aku ini tidak akan pernah puas dari memerhatimu walau lautan itu luasnya pemisah. Setiap denting bunyi dari suara hatimu dan kata diam yang berbisik cuma dibenakmu aku tulis. Malah aku menulis tentangmu dalam doa yang kukirim ke Tuhan.

Saturday, 20 May 2017

catatan

Jika hari ini manusia dibenarkan memilih sisa takdirnya
dikasi benar mengatur jalan usianya
dosa pahala dipertonton buat kasi tahu apa sebenarnya
dan di mana agaknya rumah abadinya
dunia ini bukan apa-apa lagi

kita bukannya sosok suci yang terjaga.





Wednesday, 26 April 2017

Friday, 21 April 2017

tanpa prolog bagian kisahmu

Aku dan desir di pantai itu sudah sehabis bersaudara
tibanya bayu tanpa sapa tetap sahaja meniupnya
terlerai habis sendu-sendu dahulu menggersik suara
dan kamu di kepala berlegar terus sahaja

pergi..pergi tanpa menoleh
melihat sahaja itu seolah sulit
aku pahit

tanpa prolog bagian kisahmu
padahal aku guna peniti yang terhalus
buat kait benang-benang sua
tuk menghasil memori berharga

jadinya
awalan kisah ini tidak mungkin bertautan
aneh sekali berlanjutan
apa lagi berakhiran

dan kini
bahagian kisahmu itu tergantung
terapung antara dua awan
tertunda tanpa alasan

Kita bakal berjauhan..


Thursday, 20 April 2017

bernyawa

Puisi itu adalah sang sandaran si perasaan yang ragamnya ingin nangis, ketawa, teriak, pekik, lolong, histeria.

Monday, 10 April 2017

tuhan tidak pernah meminta darimu

Kali ini atas alasan apa lagi
kau merungut meronta-ronta persis tidak bertuhan
berdendam pada langit dan bumi
pada insan-insan yang tak mengerti

meraung! meraung!..

seolah-olah melihat kelibat malaikat maut
bersama utusan membawa kau kembali
kepada Tuhan?

syukurlah
Tuhan tidak pernah meminta darimu
malah sekelumit pun
nadi itu?
Tuhan kasi percuma
kau mungkin perlu bayar
guna jalan ketaatan.

Saturday, 8 April 2017

rumah sakit

Rumah sakit itu tempat para karyawan bersenandung
memanjatkan rasa rindu kepada Tuhan.

bacul

Kau semakin enak berpermisi
mendengar guntur di langit sudah lari
kaki ketar anak mata mengeliar
dari menyelak gebar dan sahut cabar.

Jantan tiada anu!
Bacul!.

Friday, 7 April 2017

Untuk Yang Telah Pergi (Dari Gadis ke Gendewa)

Apa mungkin aku tahu keupayaan sebenar jiwa ragaku,
kecuali setelah ditinggal mati namun mahu tetap mengasihi?

Tidak.

Aku kira
rindu tidak dicipta
oleh tangan yang berpegangan;

melainkan dengan cinta
yang tidak kecapaian.

Gendewa,
hatimu kalung di leherku,
nafasmu loceng di kakiku.

Biar jauh aku kayuh
tetap kudengar keberadaanmu.

(catatan Wani Ardy)

masih Ingat di pasantren Itu

Aku masih ingat lagi
ketika dikerumuni anak-anak pasantren
mulus suci bau anak-anak syurga
suka, ceria, ketawa

Sayu hati aku
kerna tahu
anak-anak itu masih sembunyikan
rasa rindu

ayah
ibu.

(Rumah Anak-Anak Yatim Lilbanat, Machang. 4.12.15)

ada nota di celana kirimu

Ada nota di celana kirimu,

"don't disturbing me"

..maaf permisi.

gadis comot

Dari jauh aku memerhati
tingkah gadis comot
beraksi sedikit sunyi
asyik bermain pada jari
yang tak mengerti

rautnya tunduk
terlihat memenung diri
pada nasib barangkali
makanya dia lari
dari bingar manusiawi.

rehal

Kerna kita orangnya jahil
jadi lebih pantas berkhalwat
bingkas ambil rehal sana dan ngaji Quran.



Thursday, 6 April 2017

broken


Until now
I try to break your hollow
but what I get?
I get your soul
from your sorrow.

matamu tiris

Matamu tiris
tebingnya titis
nangis.

mimpi basah

Aku mimpikan bulan mencurigai aku
menuduh-nuduh paksaan aku si perkosa
sehingga ia bunting anak dua
padahal aku hanya merinduinya
jadi aku kucup perlahan-perlahan bibirnya
usap halus-halus rambutnya
hirup sedalam-dalam baunya
lucut satu-persatu pakaiannya
lalu aku pulang berenang.

kontradiksi

Kau tahu aku suka warna biru permai
menenangkan?

jadi apa masalah kau curah warna merah peran
menjengkelkan?


panjat

Ya Allah
aku bersyukur untuk setiap kurniaan Mu
bermula dari umbun yang tertulis takdir
sehingga hujung belitung kakiku yang berair

ini waktu
ini hari juga
terlalu banyak aku perangi sabda Mu
aku akur bisik-bisik Qarin setiap waktu

ampuni aku.



Friday, 31 March 2017

belanga

Sekecil-kecil kita
kita tidak pernah merasa
sebesar-besar belanga.

AMNESIA

Endah tentang kau
memangnya aku sudah tawar apa?
tentang tawa-tawa kecil yang kau kirimkan
kadok ucapan selamat tidur
tika malam mulai mengundur
kira engkau akur
segala ini jadi kau mengatur?
kira kau aku lupa ya?
Amnesia?
begitu?


Thursday, 23 March 2017

kalimantang

Terang-berderang
dari nun menjulang
dasarku paling lubang
wajahku jadi belang
hatiku kian hilang
timbul sosok seseorang
sebalik terbang si kunang-kunang
ia datang
ia datang
rupanya bayang
angkara kalimantang.