Aku dan desir di pantai itu sudah sehabis bersaudara
tibanya bayu tanpa sapa tetap sahaja meniupnya
terlerai habis sendu-sendu dahulu menggersik suara
dan kamu di kepala berlegar terus sahaja
pergi..pergi tanpa menoleh
melihat sahaja itu seolah sulit
aku pahit
tanpa prolog bagian kisahmu
padahal aku guna peniti yang terhalus
buat kait benang-benang sua
tuk menghasil memori berharga
jadinya
awalan kisah ini tidak mungkin bertautan
aneh sekali berlanjutan
apa lagi berakhiran
dan kini
bahagian kisahmu itu tergantung
terapung antara dua awan
tertunda tanpa alasan
Kita bakal berjauhan..
No comments:
Post a Comment