Friday, 21 April 2017

tanpa prolog bagian kisahmu

Aku dan desir di pantai itu sudah sehabis bersaudara
tibanya bayu tanpa sapa tetap sahaja meniupnya
terlerai habis sendu-sendu dahulu menggersik suara
dan kamu di kepala berlegar terus sahaja

pergi..pergi tanpa menoleh
melihat sahaja itu seolah sulit
aku pahit

tanpa prolog bagian kisahmu
padahal aku guna peniti yang terhalus
buat kait benang-benang sua
tuk menghasil memori berharga

jadinya
awalan kisah ini tidak mungkin bertautan
aneh sekali berlanjutan
apa lagi berakhiran

dan kini
bahagian kisahmu itu tergantung
terapung antara dua awan
tertunda tanpa alasan

Kita bakal berjauhan..


No comments:

Post a Comment