Wednesday, 31 May 2017

bukan canda

Mata aku hampir katup
bibir aku usah kata lagi rekah, pecah
sendi-sendi aku yang patah dan salur darah yang lari-belit
kepala aku pusing mengagah dunia ini apa
semuanya ada dua tiga empat 
aslinya cuma satu,

Menyiksa bukan kamu padaku?
aku yang normal jadi persis orang gila
tiada jendela lagi untuk aku keluar
Ke mana pun itu pasti ada kamu
malah aku ke ranjang 
wajah kamu lagi membuntang telanjang

Aku fikir biar aku saja yang diangkat
naik ke langit biar tinggal kamu di bumi
aku serius bukan canda
aku mahu lihat lagi manusia-manusia
yang lainnya yang bahagia bertemu pasangannya
sedang aku terus ketawa

Kamu itu belit
persis jalan-jalan di kota raya mega
hati kamu sulit
sesulit permainan susun kata
bukan canda
serius.




Saturday, 27 May 2017

antara kau dan kata pulang

Bila nanti kau tiada lagi
aku bakal penghuni rumah sunyi
sesunyi hening pagi
sekadar simpati cahaya mentari.

masih ada lagikah puisi-puisimu yang berbunyi nanti?

Nukilan kata aku ini tidak akan pernah puas dari memerhatimu walau lautan itu luasnya pemisah. Setiap denting bunyi dari suara hatimu dan kata diam yang berbisik cuma dibenakmu aku tulis. Malah aku menulis tentangmu dalam doa yang kukirim ke Tuhan.

Saturday, 20 May 2017

catatan

Jika hari ini manusia dibenarkan memilih sisa takdirnya
dikasi benar mengatur jalan usianya
dosa pahala dipertonton buat kasi tahu apa sebenarnya
dan di mana agaknya rumah abadinya
dunia ini bukan apa-apa lagi

kita bukannya sosok suci yang terjaga.