Thursday, 20 April 2017
bernyawa
Puisi itu adalah sang sandaran si perasaan yang ragamnya ingin nangis, ketawa, teriak, pekik, lolong, histeria.
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Ya Allah aku bersyukur untuk setiap kurniaan Mu bermula dari umbun yang tertulis takdir sehingga hujung belitung kakiku yang berair ini...
-
pandangmu mengecil seperti fajar di petang hari perjalanan kita merusuh di balik asap mobil di tengah-tengah kota sibuk dahulu kaca mata ada...
-
Kau tahu aku suka warna biru permai menenangkan? jadi apa masalah kau curah warna merah peran menjengkelkan?