Yang memisahkan kita hanyalah ruang, udara serta masa
tidak jiwa dan perasaan yang sedia terkuburkan.
dideretan orangorang,
asap serta bau dari puluhan kedai menjual makanan tepi jalan,
pengemis kota di sepanjang lintasan pejalan kaki, para pemandu kereta sewa yang menerima ucapan terima kasih sentiasa,
itu adalah momen tidak dikasihan dari pergi.
Dengusan nafas roman darimu tetap kusimpan serta perempuan di kejauhan,
keberadaanmu tetap kudengar dari munggilnya pipi nipis yang membentuk puluhan rasa bahagia.