Wednesday, 26 April 2017
Friday, 21 April 2017
tanpa prolog bagian kisahmu
tibanya bayu tanpa sapa tetap sahaja meniupnya
terlerai habis sendu-sendu dahulu menggersik suara
dan kamu di kepala berlegar terus sahaja
pergi..pergi tanpa menoleh
melihat sahaja itu seolah sulit
aku pahit
tanpa prolog bagian kisahmu
padahal aku guna peniti yang terhalus
buat kait benang-benang sua
tuk menghasil memori berharga
jadinya
awalan kisah ini tidak mungkin bertautan
aneh sekali berlanjutan
apa lagi berakhiran
dan kini
bahagian kisahmu itu tergantung
terapung antara dua awan
tertunda tanpa alasan
Kita bakal berjauhan..
Thursday, 20 April 2017
bernyawa
Monday, 10 April 2017
tuhan tidak pernah meminta darimu
Kali ini atas alasan apa lagi
kau merungut meronta-ronta persis tidak bertuhan
berdendam pada langit dan bumi
pada insan-insan yang tak mengerti
meraung! meraung!..
seolah-olah melihat kelibat malaikat maut
bersama utusan membawa kau kembali
kepada Tuhan?
syukurlah
Tuhan tidak pernah meminta darimu
malah sekelumit pun
nadi itu?
Tuhan kasi percuma
kau mungkin perlu bayar
guna jalan ketaatan.
Saturday, 8 April 2017
bacul
mendengar guntur di langit sudah lari
kaki ketar anak mata mengeliar
dari menyelak gebar dan sahut cabar.
Jantan tiada anu!
Bacul!.
Friday, 7 April 2017
Untuk Yang Telah Pergi (Dari Gadis ke Gendewa)
kecuali setelah ditinggal mati namun mahu tetap mengasihi?
Tidak.
Aku kira
rindu tidak dicipta
oleh tangan yang berpegangan;
melainkan dengan cinta
yang tidak kecapaian.
Gendewa,
hatimu kalung di leherku,
nafasmu loceng di kakiku.
Biar jauh aku kayuh
tetap kudengar keberadaanmu.
(catatan Wani Ardy)
masih Ingat di pasantren Itu
Aku masih ingat lagi
ketika dikerumuni anak-anak pasantren
mulus suci bau anak-anak syurga
suka, ceria, ketawa
Sayu hati aku
kerna tahu
anak-anak itu masih sembunyikan
rasa rindu
ayah
ibu.
(Rumah Anak-Anak Yatim Lilbanat, Machang. 4.12.15)
gadis comot
tingkah gadis comot
beraksi sedikit sunyi
asyik bermain pada jari
yang tak mengerti
rautnya tunduk
terlihat memenung diri
pada nasib barangkali
makanya dia lari
dari bingar manusiawi.
rehal
jadi lebih pantas berkhalwat
bingkas ambil rehal sana dan ngaji Quran.
Thursday, 6 April 2017
mimpi basah
Aku mimpikan bulan mencurigai aku
menuduh-nuduh paksaan aku si perkosa
sehingga ia bunting anak dua
padahal aku hanya merinduinya
jadi aku kucup perlahan-perlahan bibirnya
usap halus-halus rambutnya
hirup sedalam-dalam baunya
lucut satu-persatu pakaiannya
lalu aku pulang berenang.
kontradiksi
menenangkan?
jadi apa masalah kau curah warna merah peran
menjengkelkan?
panjat
aku bersyukur untuk setiap kurniaan Mu
bermula dari umbun yang tertulis takdir
sehingga hujung belitung kakiku yang berair
ini waktu
ini hari juga
terlalu banyak aku perangi sabda Mu
aku akur bisik-bisik Qarin setiap waktu
ampuni aku.
-
Ya Allah aku bersyukur untuk setiap kurniaan Mu bermula dari umbun yang tertulis takdir sehingga hujung belitung kakiku yang berair ini...
-
pandangmu mengecil seperti fajar di petang hari perjalanan kita merusuh di balik asap mobil di tengah-tengah kota sibuk dahulu kaca mata ada...
-
Kau tahu aku suka warna biru permai menenangkan? jadi apa masalah kau curah warna merah peran menjengkelkan?