Saturday, 27 May 2017

antara kau dan kata pulang

Bila nanti kau tiada lagi
aku bakal penghuni rumah sunyi
sesunyi hening pagi
sekadar simpati cahaya mentari.

masih ada lagikah puisi-puisimu yang berbunyi nanti?

Nukilan kata aku ini tidak akan pernah puas dari memerhatimu walau lautan itu luasnya pemisah. Setiap denting bunyi dari suara hatimu dan kata diam yang berbisik cuma dibenakmu aku tulis. Malah aku menulis tentangmu dalam doa yang kukirim ke Tuhan.