Berantakata
Saturday, 27 May 2017
antara kau dan kata pulang
Bila nanti kau tiada lagi
aku bakal penghuni rumah sunyi
sesunyi hening pagi
sekadar simpati cahaya mentari.
masih ada lagikah puisi-puisimu yang berbunyi nanti?
Nukilan kata aku ini tidak akan pernah puas dari memerhatimu walau lautan itu luasnya pemisah. Setiap denting bunyi dari suara hatimu dan kata diam yang berbisik cuma dibenakmu aku tulis. Malah aku menulis tentangmu dalam doa yang kukirim ke Tuhan.
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to:
Posts (Atom)
panjat
Ya Allah aku bersyukur untuk setiap kurniaan Mu bermula dari umbun yang tertulis takdir sehingga hujung belitung kakiku yang berair ini...
tentang sapu mata dan kaca mata
pandangmu mengecil seperti fajar di petang hari perjalanan kita merusuh di balik asap mobil di tengah-tengah kota sibuk dahulu kaca mata ada...
kontradiksi
Kau tahu aku suka warna biru permai menenangkan? jadi apa masalah kau curah warna merah peran menjengkelkan?