Sa-orang perempuan
hati dan secangkir kopi hangat di balkoni pangsapuri
asap momen serta ingatan
bergaul dalam kepulan asap ringan
pahit dan manis dalam satu rasa
Dipersilakan bersedih untuk Tuhan
usah kau biarkan kerinduan membungkam
bergenang menakung perih,
di alis matamu
di dada, di bibir membiru
di setiap sela waktu yang membilang senja
tanda usia yang telah lama kau persia,
sedarku akan itu
membikin seluruh keluh-kesah akan takdir
saat ketik waktu tak lagi membilang
putar alam semakin perlahan
air di lautan berbeda rentak dan arus
dinding bumi hampir retak oleh pergelutan,
jadi aku fikir
masa kita rehat lama sudah habis
banyak perkara yang perlu dikerjakan .