Berantakata
Thursday, 26 July 2018
kopi (Perempuan)
Sa-orang perempuan
hati dan secangkir kopi hangat di balkoni pangsapuri
asap momen serta ingatan
bergaul dalam kepulan asap ringan
pahit dan manis dalam satu rasa
Newer Posts
Older Posts
Home
Subscribe to:
Posts (Atom)
panjat
Ya Allah aku bersyukur untuk setiap kurniaan Mu bermula dari umbun yang tertulis takdir sehingga hujung belitung kakiku yang berair ini...
tentang sapu mata dan kaca mata
pandangmu mengecil seperti fajar di petang hari perjalanan kita merusuh di balik asap mobil di tengah-tengah kota sibuk dahulu kaca mata ada...
kontradiksi
Kau tahu aku suka warna biru permai menenangkan? jadi apa masalah kau curah warna merah peran menjengkelkan?