Saturday, 27 May 2017
masih ada lagikah puisi-puisimu yang berbunyi nanti?
Nukilan kata aku ini tidak akan pernah puas dari memerhatimu walau lautan itu luasnya pemisah. Setiap denting bunyi dari suara hatimu dan kata diam yang berbisik cuma dibenakmu aku tulis. Malah aku menulis tentangmu dalam doa yang kukirim ke Tuhan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Ya Allah aku bersyukur untuk setiap kurniaan Mu bermula dari umbun yang tertulis takdir sehingga hujung belitung kakiku yang berair ini...
-
pandangmu mengecil seperti fajar di petang hari perjalanan kita merusuh di balik asap mobil di tengah-tengah kota sibuk dahulu kaca mata ada...
-
Kau tahu aku suka warna biru permai menenangkan? jadi apa masalah kau curah warna merah peran menjengkelkan?
No comments:
Post a Comment