bibir aku usah kata lagi rekah, pecah
sendi-sendi aku yang patah dan salur darah yang lari-belit
kepala aku pusing mengagah dunia ini apa
semuanya ada dua tiga empat
aslinya cuma satu,
Menyiksa bukan kamu padaku?
aku yang normal jadi persis orang gila
tiada jendela lagi untuk aku keluar
Ke mana pun itu pasti ada kamu
Ke mana pun itu pasti ada kamu
malah aku ke ranjang
wajah kamu lagi membuntang telanjang
Aku fikir biar aku saja yang diangkat
naik ke langit biar tinggal kamu di bumi
aku serius bukan canda
aku mahu lihat lagi manusia-manusia
yang lainnya yang bahagia bertemu pasangannya
sedang aku terus ketawa
Kamu itu belit
persis jalan-jalan di kota raya mega
hati kamu sulit
sesulit permainan susun kata
bukan canda
serius.
Aku fikir biar aku saja yang diangkat
naik ke langit biar tinggal kamu di bumi
aku serius bukan canda
aku mahu lihat lagi manusia-manusia
yang lainnya yang bahagia bertemu pasangannya
sedang aku terus ketawa
Kamu itu belit
persis jalan-jalan di kota raya mega
hati kamu sulit
sesulit permainan susun kata
bukan canda
serius.
No comments:
Post a Comment